carissa sai cibinong

Tak Perlu Mahal untuk Bahagia

Semua bahan bekas yang ada di rumah dia sulap menjadi rumah tingkat dua dengan kolam renang yang luas, sampai bendera merah putihpun dia buat sendiri dari kertas bekas pekerjaan ayahnya. Tak ketinggalan kertas bekas bungkus minyak telon adiknya pun diraciknya. Saat kutanya “Ini bungkus minyak telon buat apa teh?” “Itu papan kolam kayak yang di tivi buba”. Kebetulan saat itu sedang seru-serunya Asian Games 2018 untuk pertandingan lompat indah, melihat kesibukannya gatal sekali tangan ini untuk mengabadikan karyanya.

Dua tahun sudah putri kecilku semakin terasah kreatifitasnya terhadap barang-barang bekas di rumah. Pernah ketika TK B saat aku pulang kerja, tiba-tiba sudah menggantung ayunan sederhana sekali di pintu kamarnya. Hanya tali tambang yang sudah terpasang, dia tumpuk kain-kain dan bantal, lalu dia berayun-ayun tertawa-tawa seperti sedang bermain ayunan ban bekas mobil. Padahal sebelumnya pernah terpikir olehku membelikan ayunan besi untuk dia bermain bersama teman-temannya, namun ternyata TAK PERLU MAHAL UNTUK BAHAGIA… Sayang moment itu tidak sempat aku dokumentasikan karena saat itu aku masih sibuk dengan dunia kerjaku.

Dua tahun amazing yang dilalui putri kecilku di Sekolah Alam Indonesia Cibinong, sekolah hebat dan guru hebat yang mengajarkan “makna” bukan “sarana”… Contohnya sangat terasa olehku, jika pada awal tahun sekolah, putri kecilku tak pernah ribut membeli tas baru atau baju baru. Mungkin bahagia baginya adalah ketika dia bisa bermain pasir dengan bebas bersama teman-temannya…hehehe.

Bahkan akupun pernah dibuat “meleleh” saat dia membuat gantungan tas dari manik-manik miliknya yang dia susun memanjang lalu dibalut lakban transparan. Ujungnya diberi pita dan diikatkan pada resleting tasnya. Dan, dia tertawa bangga sekali memamerkan hasil karyanya…ternyata TAK PERLU MAHAL UNTUK BAHAGIA.

carissa sai cibinong

Terima kasih guru-guru hebat SAI Cibinong yang dengan sabar menanamkan akar kebajikan pada putri kecilku Carissa Jasmine Kurniawan. Hingga kebajikan, kejujuran dan percaya diri tumbuh indah pada jiwanya yang masih suci. Banyak sekali kejutan yang terlihat dari putri kecilku itu, namun tidak bisa dikisahkan satu per satu ditulisan ini. Salah satu yang aku ingat adalah saat dia masih TK, dia tidak pernah malu mengatakan pada teman-teman rumahnya atau pada orang yang bertanya, bahwa dia belum bisa membaca dan menulis, bagiku kejujurannya jauh lebih berharga daripada kemampuannya membaca dan menulis.

Aku yakin putriku hanya salah satu contoh saja dari sekian puluh anak hebat SAI Cibinong dengan kisahnya masing-masing.

Hingga saat ini di SD1 metamorfosis, semoga kelak kau akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah selamanya sholihah…aamiin tsuma aamiin.

Buba Jeni Kurniawan
Sept 02, 2018 at 01.45 am
Beside both of my beloved teteh & aa 😍