sekolah alam indonesia cibinong lampion

Seindah Cahaya di Sekolahku

Di sana berbaris cantik lampion-lampion putih seperti menghiasi langit. Diantara lalu lalang orang-orang yang tengah sibuk mempersiapkan ini dan itu. Di bawah langit yang makin redup syahdu karena mentari sebentar lagi kan pergi meninggalkan hari. Mereka mulai berdatangan, berlari-lari, memakai beragam kostum, kemudian tiba dihadapanku seraya mengulurkan tangan, tersenyum, dan mengucapkan salam.

“Assalamualaikum…” Merekapun mengecup tanganku. Terpancar energi yang luar biasa, mereka begitu riang, iya dari kedua mata mereka aku dapat melihatnya. Apa yang sedang mereka tunggu ya?. Ya mereka sedang menunggu, kala lampion-lampion itu bercahaya ditengah langit yang mulai menggelap.

Makin gelap makin ramai anak-anak Sekolah Alam Indonesia Cibinong berdatangan bersama sanak keluarga mereka. Berbeda dengan Market Day sebelumnya. Kali ini dengan bertemakan Pasar Malam. Setiap kelas menghias stand mereka dengan penuh cahaya warna-warni dari lampu tumblr, yang tentunya akan semakin indah saat malam hari. Ramai layaknya pasar, disana ada yang membuka cafe makanan sehat bertema buah dan lainnya, permainan air, farm house, ada yang menyulap kelasnya menjadi rest area karena sedang belajar transportasi, menjual hasil olahan fermentasi, safari night, sampai sumur ajaib.

Mereka nampak siap dengan kostum-kostum mereka, ada yang berubah menjadi koki-koki cilik dengan apron dan topi koki menghiasi tubuh cilik mereka. Tak kalah menariknya di sebuah kelas yang disulap seperti Taman Safari, disana anak-anak berubah menjadi gajah cilik, monyet yang lucu, dan beruang kecil. Kakak kelas besar siap menjajakan barang jualan mereka mulai dari menjual sosis bakar, memberi makan ternak, menjual hasil olahan fermentasi, sampai ide tentang sumur ajaib dari kelas 5 yang sedang belajar tentang alat pengungkit sederhana. Berbagai inovasi yang mereka lakukan adalah sebuah hasil pembelajaran, bagaimana menjadikan belajar sesuatu yang menyenangkan dan bermakna. Tanpa melupakan hakikat rukun jual-beli, mereka menjadi tahu harus ada penjual, pembeli, alat pembayaran, barang yang dijual, dan ada akad yang diucapkan.

Sebelum riuh ramai acara resmi dibuka, terdengar Adzan berkumandang di langit-langit sekolahku. Kami tahu diantara harapan-harapan kami agar acara ini berjalan lancar, ada juga yang berharap agar dangannya laris, kalau aku sendiri berharap agar malam tiba murid-murid di KB-TK tidak tertidur saja, aku sudah bahagia.

sekolah alam indonesia cibinong sholat
Dok. Rila Anggraeni

Maklum mereka masih BALITA, pastinya jam tidur mereka berbeda. Terdengar Miss Rila sebagai master of ceremony menghimbau kami untuk melakukan shalat berjama’ah, di tempat-tempat yang sudah disiapkan oleh panitia. Disaat aku tengah takbir mengikuti imam, aku mendengar dari kejauhan suara lirih seorang anak membaca surat An-naba. Berdiri menjadi imam untuk teman-temannya. Yusuf yang sekarang tak kecil lagi, sudah dapat menjadi imam, dengan bacaannya yang fasih, tergetar hati ini mendengarkan bacaan yang keluar dari lisan yang bercahaya, seindah cahaya di sekolah malam itu.

Acara dibuka dengan penuh antusias oleh Miss Rila, serangkaian acara pembuka kali ini melukiskan suasana duka karena belum lama Ibu Pertiwi bersedih atas bencana gempa tsunami yang terjadi di daerah Palu, Sulawesi Tengah. Para guru pun mempersembahkan pembacaan puisi dan menyanyikan lagu “Baku Jaga” sebagai tanda duka atas musibah yang terjadi, lalu dibarengi dengan pengumpulan donasi yang dilakukan oleh kakak-kakak SD 6, kami yakin peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melakukan kebaikan dan mengambil pelajaran.

Lantunan Adzan Isya kembali berkumandang, acara kembali dihentikan. Semua hadirin dipersilahkan kembali menegakkan sholat isya. Sebagian dari kami sudah menjaga wudhu, sehingga bisa langsung sholat. Lalu aku bersama anak muridku yang berusia tiga tahun, shalat di dekat stand, ketika shalat aku merasakan dua bocah yang sangat cilik yang mengikuti gerakanku, gerakan yang belum sempurna, tapi itulah mereka dalam fitrahnya, taat mengikuti kebaikan.

Dan begitulah diantara keramaian, kami hening untuk kembali mengingat hanya kepada-Nya tempat meminta. Belajar bahwa semua ada waktunya, disiplin bukan hanya pada urusan dunia, disiplin itu telah tercermin dalam sholat 5 waktu kita, Allah tidak menjanjikan harta ketika kita telah menegakkan shalat, ia menjanjikan kemenangan seindah lafadzh adzhan berkumandang, dan Dialah sesungguhnya yang memberikan rahmat, rezeki untuk kita semua, ia menjanjikan keberuntungan bagi hamba-Nya yang percaya.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٠)

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Jumu’ah: 10)

 

Dian Fitriana

Kepala Sekolah KB-TK SAI Cibinong