saung sai cibinong

Sama-sama Belajar

Kembali belajar, kembali memaknai banyak hal. Selalu ada hal-hal menarik saat belajar bersama anak-anak.
Hari ini saya kembali diingatkan, bahwa tugas saya cuma berusaha. Urusan hasil? Itu betul-betul hak preroogratif Allah.
Hari ini, saya menemani kelas saya dalam English class. Salah satu anak istimewa di kelas saya, duduk tenang bersama teman-temannya. Sang guru mulai memberikan pelajarannya. Entah kenapa secara naluri, saya ambil anak istimewa saya, untuk mengulang pelajaran yang diberikan. Saya hanya meniru guru Englishnya. Saya ambil penggaris, kemudian saya berkata,”This is Sulthan’s rule.” Dengan susah payah, anak saya mengikuti. Saya mengulangnya sampai beberapa kali. Kemudian, saya tunjukkan penggaris tersebut tanpa bersuara. Anak saya diam sejenak, kemudian berkata,”This is Sulthan’s ….” Dia tidak bisa melanjutkan kata terakhir. Mungkin terlalu sulit untuknya. Ini terjadi saat saya ulang kembali. Maka saya bantu melengkapi kalimatnya, dan dia menirukan dengan lengkap.
Sebenarnya saya terharu,senang, bahagia, campur aduk. Kok bisa, kan ga selesai kalimatnya. Biar saja. Karena ini kali pertama dia merespon sesuatu tanpa meniru . Kalaulah tidak malu, saat itu saya sudah lompat-lompat kegirangan.
Saya tidak tau Allah takdirkan apa untuk anak saya. Saya betul-betul tidak tau. Yang jelas takdirnya saat ini adalah saya dan dia di kelas yang sama. Saya jadi ingat perkataan seorang ustad,”Takdirnya perlu dijemput sehingga menjadi takdir kita.”
Mungkin Allah ingin saya menjemput takdir anak ini bersama saya. Maka tugas sayalah untuk menjemput takdir itu. Walau saya tidak tau apa yang Allah takdirkan untuk kami.
Semoga Allah ridho dan memudahkan jalannya. Aamiin.
#rasaharuyangterselip#

 

Dian Arifianti
Kepala Sekolah SAI Cibinong (2012-2017)

 

Catatan: Tulisan ini pertama diunggah di laman media sosial penulis pada 20/1/2017