wwp tata sai cibinong

PR SAMARA

PR atau Pekerjaan Rumah merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan anak sekolah. Ada guru sekolah TK/SD yang memberikan PR kepada muridnya hampir setiap hari, padahal pihak sekolah belum tentu tahu sebenarnya tujuan PR itu apa sih, dan apakah tujuan tersebut sesuai dengan kebutuhan belajar atau tidak? Setelah kita memahami tujuannya, apakah desain PR selama ini sesuai untuk mencapai tujuan tersebut? Perlukah kita mencari informasi dan bantuan tentang bagaimana merancang PR yang baik sesuai tujuan?

Banyak akademisi yang masih memperdebatkan perlunya memberikan banyak PR untuk siswanya karena pada prakteknya banyak PR yang hanya dikerjakan orangtuanya karena terlalu banyak atau terlalu sulit sehingga siswa tidak sanggup mengerjakan sendiri. Menurut Joyce Epstein (2011), anak-anak yang prestasi akademiknya rendah membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengerjakan PR. Mereka juga membutuhkan bantuan lebih besar dari orang tua. Hal ini terkait dengan kebijakan guru di kelas, yang meminta orangtua dari anak-anak yang mengalami kesulitan belajar untuk membantu anak mengerjakan PR. Sementara orangtua yang anak-anaknya dianggap sudah cukup baik prestasinya, tidak diharapkan demikian.

Banyak ditemui keluarga yang stress karena tumpukan PR anak sehingga penuh dengan bentakan akhirnya suasana rumahtangga menjadi tidak nyaman. Bagaimana PR di Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cibinong? PR di SAI Cibinong boleh disebut PR Samara, kenapa? Jawabannya akan diketahui setelah membaca tulisan ini sampai selesai (hahaha).

Sang ayah sibuk memotong kardus bekas, ibu membuat bubur kertas, sedangkan sang anak sedang mengecat tutup botol bekas. Sesekali mereka mengobrol ringan sambil becanda. Tawa renyah kadang pecah di ruang makan itu yang telah berubah menjadi bengkel kerja dadakan. Ya itulah gambaran ketika mengerjakan PR SAI Cibinong. Asyik bukan? PR nya membuat project sesuai tema, hanya satu semester sekali, dinamakan WWP (working with parents). Mengerjakan WWP Insya Alloh akan membuat suasana keluarga semakin kompak, hangat, dan ceria sehingga makin samara. Pengertian umum dari kalimat sakinah, mawadah wa rahmah (samara) adalah damai, tenang dan tentram dalam cinta dan kasih sayang.

Selain menghangatkan suasana rumah, WWP sangat mengasah kreatifitas pembuatnya karena diharapkan memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Repot sih iya, tapi banyak manfaatnya.

WWP tersebut telah merangkum beberapa tujuan PR menurut Epstein, yaitu untuk meningkatkan karakter anak: disiplin, tanggung jawab, manajemen waktu, dan berlatih untuk bekerja keras. Untuk meningkatkan hubungan positif antara orangtua dan anak. Lewat PR, akan terbangun komunikasi, bagaimana orangtua dapat memberikan penguatan tentang materi belajar, dan contoh-contoh penerapan pelajaran di kehidupan sehari-hari. Sebagai media komunikasi antara guru dan orangtua. Guru dapat memberikan informasi tentang apa yang sedang dipelajari, sekaligus melibatkan orangtua dalam proses belajar anak. Untuk melatih anak bekerjasama. PR dapat menjadi media untuk melatih anak berdiskusi, berbagi tanggung jawab, peran dan fungsi dalam menyelesaikan masalah. So, gak sabar menunggu tugas WWP berikutnya ni?

Penulis: Dini Daruati (OTS Tata), dini_daru@yahoo.com