bilal sai cibinong

outing dan MSG

Bismillahirrohmannirrohiim

 

Kamis, 27 febuari 2014 lalu aku mendampingi kelas TK-B SAI Cibinong outing ke planetarium, sesuai dengan tema pembelajaran mereka kala itu, Outer Space. sekitar pukul 9.30  kami berangkat dari Cibinong ke SAI Studio Alam Depok coz kebetulan outing kami sama. para orang tua siswa (OTS) telah menyiapkan snack lengkap dengan maksi untuk kami.

 

perjalanan yang cukup jauh, dan semakin bertambah jauh coz macet yang menjadi tradisi Jakarta membersamai perjalanan kami kala itu. anak-anak mulai merasa bosan dan lapar. ku lihat jam di pergelangan tanganku, pantas saja, memang sudah waktunya snack time.” oke class, kita snack time ya”, ucapku sembari membagikan snack. “hemh…. ada ciki yang jelas mengandung msg, gimana nih?” tanyaku pada Pa’ Ilham, partner ku. bingung juga, secara kami membiasakan anak-anak untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung msg, tapi sekarang snack yang disediakan mengandung msg. mau diganti? ga mungkin, ga ada waktu. mau ditahan, ga mungkin juga, anak-anak dah pada kelaperan. ya sudahlah, apa boleh buat, snack itu dibagikan juga.

 

anak-anak memakan snack dengan lahapnya setelah berdoa bersama. eh…tunggu dulu, tidak semua anak yang makan, Bilal hanya menatap snack dalam genggamannya.

“Bu Rima, aku ga mau makan snacknya, karena ada msg nya” ucap Bilal kecewa.

“hemh… ya sudah, mas Bilal bawa snack lagi ga?, kalau bawa dimakan aja snack yang mas Bilal bawa, snack yang itu disimpan aja” ucapku mencari solusi

singkat cerita Bilal melahap snack pribadinya, sementara anak-anak yang lain telah menghabiskan snack yang dikoordinir oleh OTS.

 

ku kira setelah makan snack anak-anak bisa tertidur, atau paling tidak mereka sedikit anteng, ternyata TIDAK sodarah, mereka tetap aktif bermain dan bercerita, ga peduli macet dan hujan di luar sana. Sesekali tawa mereka menggelegar membuat ramai mobil yang kami tumpangi. teriakan Dido yang lapar dan ingin menyantap makan siang pun mengiringi deru mobil yang berjalan bak siput. hemh…. nikmat juga ternyatahhh.

 

hari sudah semakin siang, tapi kenapa kami belom sampe juga. anak-anakpun sudah terlihat bosan. pertanyaan kapan sampai pun semakin sering ditanyakan, belum lagi keinginan ke toilet yanng mereka lontarkan. cuaca yanng dingin memang membuat tubuh lebih aktif dalam mengeluarkan zat sisa. “ya udah kita muraja’ah aja yuk, biar cepet sampe” ajakku pada mereka yang diiringi lantunan surat-surat pendek dari bibir-bibir mungil mereka.
alhamduluillah sekitar jam 1.15 sampe juga di lokasi, dan tempat pertama yang kami tuju adalah toilet. aku bagi tugas, pa Ilham menemani anak laki-laki dan aku tentu bersama putri-putri cantikku.

 

saat masuk lokasi pertunjukkan, anak-anak dengan mudah terkondisikan. mereka duduk tertib dan tenang. alhamdulillah, tak seperti sekolah lain yang guru nya hilir mudik mengkondisikan anak-anak yang berlari ke sana kemari. kebetulan saat itu ada 3 sekolah yang mengunjungi planetarium. salah satu guru dari sekolah lain menghampiri partnerku dan bertanya heran, “kok anak-anaknya tenang dan gampang diatur ya?”. “alhamdulillah” jawab Pa’Ilham tersenyum. “makasih ya anak-anak, sudah bekerjasama dengan kami” bisik hatiku.
kagum, senang, antusias,terpesona. itulah yang ku tangkap dari raut wajah mereka. Dido yang tiba-tiba bertakbir saat pertunjukkan dimulai menambah kekagumanku pada mereka. singkat cerita anak-anak senang dan tak mau pulang. betah!!. kami pun pulang dengan hati lega, alhamdulillah… banyak hal yang bisa didapat anak-anak.

 

di perjalanan pulang tiba-tiba Bilal berucap “snacknya ada msgnya, kalau ada bu Pipin ga mau makan”

 

“trus, kalo ga ada bu Pipin, gimana Bil?” tanya pa’ Ilham
Bilal diam, tapi raut wajahnya terlihat sedang berfikir keras. singkat cerita snack paginya tetap tidak disentuh sedikit pun hingga sampai di sekolah. dan pada malam harinya saat online ef-bi, ku lihat salah satu OTS updet status tentang msg, dan ternyata ada ibunya Bilal yang berkomentar, segera ku tanyakan pada beliau, apakah di rumah Bilal memakan snack msg nya atau tidak. DAN ternyata, Bilal tetap konsisten tidak memakan snacknya, begitu juga dengan Ammar dan Hafiy (kakak dan adik Bilal yang juga siswa kami).

Masya Alloh, satu lagi pembelajaran ku dapat dari mereka, tetap konsisten pada peraturan baik ada atau tidak ada “pembuat peraturan”. mungkin inilah contoh murokobatulloh secara real, bukan sekedar teori. merasa diawasi Allah meski tak ada orang lain yang mengawasi. terimakasih Allah, telah “menyesatkanku” pada komunitass ini, sehingga banyak nasihat, hikmah dan pelajaran yang bisa ku raih. terimakassih Duhai Rabbi, telah hadiahkan ku guru-guru mungil sebagai pengingat dan pengontrol kealpaan diri.. terimakasih Bilal atas kisah yang kau toreh dalam benakku.

Rima Aulia

Guru Kelas Sekolah Alam Indonesia Cibinong (2014)

 

Catatan: Tulisan ini pertama diunggah di Blog Pribadi penulis pada tahun 2014