SAI Cibinong Indonesian Day 1

Sekolah Alam Indonesia Cibinong Gelar “Indonesian Day” Memperingati HUT ke-73 RI

Sekolah Alam Indonesia Cibinong menggelar upacara bendera memperingati hari ulang tahun ke-73 Republik Indonesia, pada Jumat, 17 Agustus 2018. Sejak pagi hari anak-anak dari mulai tingkat kelompok bermain, TK hingga SD sudah berkumpul dengan memakai baju adat dari berbagai daerah.

Para orang tua yang mendampingi anak-anak pun terlihat antusias karena mereka pun boleh ikut berpartisipasi sebagai peserta upacara.

Usai upacara bendera, acara tidak selesai begitu saja. Masih ada rangkaian acara dalam tajuk “Indonesian Day” yang memang rutin digelar di SAI Cibinong setiap tahun dan kali ini mengambil tema “SAI Berkarya Untuk Negeri”.SAICibinong IndonesianDay

Sebuah panggung sederhana menjadi saksi bagaimana anak-anak itu tampil dengan percaya diri membawakan kesenian khas dari berbagai daerah di Indonesia. Bayangkan saja anak umur sekira 3-4 tahun yang masuk dalam kelompok bermain sudah berani tampil membawakan tari kicir-kicir yang merupakan tarian khas Provinsi DKI Jakarta. Inilah salah satu cara bagaimana guru mengajarkan budaya daerah kepada anak-anak sejak usia dini.

Anak-anak kelas lain, di tingkatan TK hingga SD pun menampilkan kebolehannya di hadapan penonton. Seperti halnya anak-anak SD 5 yang menampilkan tari Rudat khas Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat atau anak-anak SD 3 yang menampilkan kesenian bernama Sinoman Hadrah dari Kalimantan Selatan.

Sebelum tampil dalam “Indonesian Day”, anak-anak SAI Cibinong berlatih selama beberapa hari. Namun, tak hanya semata menampilkan gerak tari, anak-anak itu sebenarnya tengah belajar tentang berbagai hal, tentang budaya, sejarah dan sebagainya.

Selain panggung kesenian, “Indonesian Day” juga menampilkan hasil karya anak-anak yang dipamerkan di setiap kelas yang disulap menjadi anjungan layaknya di Taman Mini Indonesia Indah. Ada anjungan DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Aceh, NTB, Maluku Utara, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya.

SAICibinong IndonesianDay

Tiap anjungan berisi hasil karya anak-anak dalam mempelajari segala hal tentang daerah yang sedang menjadi tema pembelajaran. Misalnya ada pakaian adat, senjata khas, alat musik dan segala hal yang unik dari daerah tersebut. Mereka membuat replikanya dari barang-barang bekas seperti kardus.

Tak hanya itu, mereka juga menampilkan kuliner khas daerah, baik makanan maupun minuman. Maka tak heran jika di “Indonesian Day” muncul makanan-makanan yang menggugah selera seperti Soto Banjar, Mie Aceh, Ayam Taliwang dan sebagainya.

Pada akhirnya, acara semacam ini memang bukan sekedar perayaan saja. Lebih dari itu, acara ini menjadi pembelajaran kepada anak-anak (bahkan kepada orang tua) tentang Indonesia yang beragam dan kaya dengan sejarah, budaya hingga kulinernya.

Widi Kurniawan
Orang Tua Siswa SD 3 SAI Cibinong