bagir najma sai cibinong

Dua sahabat kecil

Ketika KB mereka hanya berdua, kadang sendiri karena yang satu berhalangan hadir. Tetapi tidak menyurutkan mereka untuk tetap datang ke SAI Cibinong. Saya yang ketika itu menjadi guru kelasnya sering merasa terharu dan takjub melihat mereka berdua. Bagir yang sabar, dewasa dan cerdas, menemani Najma cilik yang ceria, manja dan pintar.
Suatu hari di KB , mereka saya ajak bermain tebak huruf dalam kata. Yang terjadi, saya tidak boleh ikut main dengan mereka, karena mereka mau main berdua. Kata Najma saat itu, ” Ayo tebak, kerudung ada huruf A nya gak?” Bagir langsung membalas dengan cepat dan benar.
Tahun berikutnya di TK A, teman mereka bertambah, tapi…. Najma jadi paling cantik. Karena semuaaaa temannya laki-laki. Ada Fariz dan Ramiro . Dua sahabat tetap selalu main bersama.
Satu tahun kemudian di TK B, Najma tampak sedih dan duduk sendiri di tangga.
Saya menghampiri dan bertanya,”Ada apa Najma? Kok mukanya sedih begitu?”
Najma ,” Gak enak di TK B.”
Me,”Oo, kenapa?”
Najma,”Ga ada yang bisa diajak main.”
Me,”Oo. Bagir mana?”
Najma,”Tuh main bola.”
Aaahh ….. rupanya Najma merasa sedih karena Bagir lebih memilih main bola bersama abang-abang kelas 1 dan 2. Bagir sudah semakin besar dan ingin bermain permainan laki-laki. Najma kehilangan Bagir.
Tahun ini mereka sudah kelas 1. Temannya sudah bertambah. Najma sudah punya 1 teman perempuan.
Kemarin siang, saya melihat Najma mengajak Bagir main bola. Hanya mengoper bola, Bagir dengan sabar menemani dan mengajak Najma oper-operan bola.
Dua sahabat kecil yang tak lekang oleh waktu.

 

Dian Arifianti
Kepala Sekolah SAI Cibinong (2012-2017)

 

Catatan: Tulisan ini pertama diunggah di laman media sosial penulis pada 5/12/2014