day camp kb/tk sai cibinong

Sekelumit cerita Day Camp (#Cerita 1-2) Nangis? Boleh kok…

Anak-anak kecil saat home sick biasanya akan cari guru kelasnya. Jadi guru kelasnya harus siap selalu. Tahun ini saya datang hanya untuk melihat dan berjaga-jaga jika ada yang perlu dibantu. Seperti tahun yang lalu, tahun ini juga ada yang nangis. Ada yang dari datang sudah menangis. Lho kenapa? Rupanya pagi itu sang bunda melahirkan adiknya. Jadi di rumah cukup sibuk sehingga kurang maksimal untuk prolog ke ananda. Tapi penjaga sekolah kami, Bang Jak ( demikian guru-guru memanggil) sangat sigap membantu. Segera beliau menuntut sang anak kembali ke area Day Camp. Dan ananda kecil kami, segera terdiam dan mengikuti Bang Jak. Luar biasa.
Maghrib pun datang menjelang. Terdengar isak dari seorang anak. Bu Rima, Kepala Sekolah SD dengan sigap membawa gadis cilik kami untuk ditemani dan ditenangkan. Bu Rina, admin sekolah kami sudah lebih dulu pegang satu anak. Anak yang tahun lalu secara bergantian dengan saya, kami gendong.
Ke mana Kepala Sekolah KB TK? Bu Dian dapat tugas jadi fotografer plus bantu menjaga kelancaran acara.
Setelah sholat Isya dan acara api unggun, anak-anak makan snack dan persiapan tidur. Setelah itu semua anak dan PAK masuk dalam tenda untuk tidur. Saya masih duduk ngobrol dengan guru TK A, pak Ilham. Guru hebat dengan kesabaran yang luar biasa. Kami duduk di matras yang di kelilingi tenda. Tak lama terdengar rengekan. Saya tanya siapa yang merengek, anak KB. Saya minta tolong bu Nina, guru KB untuk menenangkan anak tersebut. Bu Nina datang, dan segera menghampiri serta memeluk sang anak. Setelah berdialog sebentar, kemudian anak tersebut kembali bergabung dengan teman-temannya di dalam tenda.
Bu Nina belum lagi beranjak, kembali terdengar rengekan dari anak KB. Bu Nina  menghampiri anak tersebut. Kali ini ananda cilik kami hanya mau dengan bu Nina. Bu Nina mengajak ke luar tenda dan tidur di kelas KB. Tidurkah murid cilik kami? No… Ananda minta dibacakan cerita oleh bu Nina. Bu Nina pun melakukan dengan senang hati
Saya kembali ngobrol dengan pak Ilham. Belum ngantuk. Semua guru sudah ada di posisi masing-masing. Ada yang menemani anak di tenda, di ruang kelas atau ruang guru. Panitia masih sibuk merapikan hal- hal yang harus dirapikan atau disiapkan. Kembali terdengar tangisan. Oo kali ini anak TK A. Pejuang cilik yang tadi siang menangis. Saya minta pak Ilham menghapiri anak tersebut sebagai bapak kelasnya. Pak Ilham mengajak Pejuang Cilik kami duduk di luar. Kemudian Pejuang Cilik kami dipangku pak Ilham. Tangisnya masih terdengar. Kami berusaha mengalihkan dengan bertanya keadaañya. Sambil menangis, ia menjawab pertanyaan kami. Tak lama tangisnya berhenti, tapi mau tidur dengan pak Ilham. Pak Ilham pun mengajaknya tidur.
Saya pindah ke kelas KB. Ternyata bu Nina masih membacakan cerita untuk Ali. Ada 3 buku tergeletak di matras. Entah sudah buku ke berapa yang dibaca oleh bu Nina. Tak lama bu Nina dan Ali bersiap-siap tidur.
Apakah malam ini berlalu dengan damai? Tidak juga. Anak TK A yang bersama bu Rima berkali-kali terbangun. Badannya agak panas. Padahal dari siang sampai sore tidak sakit dan ikut  kegiatan. Home sicknya sampai panas nih. Bu Rima, bu Aya, bu Rina dan bu Dian berusaha menenangkan gadis cilik kami. Banyak banget ya gurunya. Hihihi soalnya suara tangisnya keras dan berkeras mau telepon ibunya. Alhamdulillah mau dibujuk bu Rima. Akhirnya tertidur. Betul-betul perjuangan.
Setelah semua kejadian yang guru-guru alami, apakah membuat guru-guru kapok? Tidak. Saya sangat yakin hal itu. In syaa Allah guru-guru tangguh dan hebat SAI Cibinong tidak akan pernah menyerah. Kenapa? Karena kami semua belajar. Guru-guru belajar lebih sabar, belajar menangani anak-anak kecil yang home sick dan banyak hal lainnya.
Anak-anak belajar apa? Belajar berpisah dari orang tua, belajar untuk bersabar menanti pagi, belajar lebih mandiri, belajar bermalam bersama guru-guru dan teman-teman.
Terus orang tua belajar apa? Orang tua belajar mengikhlaskan putra/i kecilnya tidak bersama semalam, belajar menahan diri untuk tidak datang sekolah, belajar untuk memotivasi putra/inya untuk ikut kegiatan. Jadi semua belajar.  Banyak hal yang membuat kami belajar bersama dalam satu kegiatan. Walaupun pembelajarannya berbeda.
#ceritadaycamp#
#cintatakbertepi#
#saicibinong#

 

Dian Arifianti
Guru SD 5 Sekolah Alam Indonesia Cibinong