day camp kb/tk sai cibinong

Sekelumit Cerita Day Camp (#Cerita 4) Handuknya Ga Ada…

Anak-anak memang luar biasa. Day Camp tahun ini paling banyak pesertanya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak KB 5 orang, TK A 14 orang dan TK B 8 orang. Panitia juga luar biasa bekerja keras.
Kegiatan pertama membuat orang tua yang melihat foto-foto mereka terbelalak. Baju Day Camp berwarna biru muda keren langsung berubah warna. Jadi warna apa? Coklat susu. Hahaha … Salah pilih warna baju kata orang tua.
Apa sih yang dilakukan anak-anak?
Merayap di atas tanah yang disiram air seperti berlumpur. Tapi tawa ceria dan binar di mata para sholih/at kami sangat terlihat. Ok aja kan ya ayah bunda, yang penting anak-anak menikmati kegiatan belajarnya. Baju kotor tinggal dicuci. Pakai rinso bisa kan ya??? Hihihi kok promosi…
Setelah itu seluruh anak diminta mandi. Ibu bapak guru yang jadi PAK dengan sabar menemani para sholih/at kami.
Saat menjelang Maghrib, Fahmi anak TK A ke ruang guru. Seingat saya mencari bu Aya, guru kelasnya. Saya lupa apa keperluannya. Kemudian terdengar suara bu Aya,”Fahmi, nanti kaosnya diganti ya. Basah tuh kaosnya.”
Saat saya berpapasan dengan Fahmi, betul seluruh baju depannya basah. Lha abis ngapain dia? Karena penasaran, saya tanya,”Fahmi udah mandi?”
Fahmi mengangguk seraya menjawab,”Aku udah mandi kok.”
“O,iya bajunya udah ganti. Tapi kok bajunya basah? Abis wudlu ya?”
Fahmi mengangguk.
“Jangan lupa ganti baju ya, Dek! Bajunya basah tuh, nanti masuk angin.”
Fahmi kembali mengangguk dan berjalan menuju tendanya.
Saya kemudian berwudlu dan duduk menunggu untuk sholat Maghrib.
Tiba-tiba terdengar suara Fahmi diiringi seperti isakan. Semua guru sedang sibuk saat itu. Cuma saya yang pengangguran. Jadi saya menghampiri Fahmi.
“Ada apa Fahmi?”
“Aku mau ditolongin masukin barang-barang ke tas aku.”
“Oh, ok.”
“Banyak sih. Jadi susah.”
Saat akan membantu Fahmi, aku lihat ia masih mengenakan kaos basahnya.
“Fahmi belum ganti baju nih. Ganti baju dulu ya, takut nanti Fahmi masuk angin.”
Fahmi mengangguk.
“Kenapa sih baju Fahmi bisa basah?”
“Aku kan tadi mandi, terus ga ada handuk. Jadi kupake baju ini buat ngelap badan.”
“Ooo gitu.”
Terpecahkan sudah misteri baju basah Fahmi. Hehehe
Sambil memberi baju ganti, saya bantu lihat barang-barang Fahmi.
Dan…. tadaaaa ada handuk disalah satu plastik.
“Ini ada handuknya. Tadi ga ketemu ya?”
Fahmi tertawa dan mengangguk kemudian meneruskan ganti bajunya.
Satu hal terlintas dalam kepala saya.
Hal sepele tapi buat saya ya luar biasa. Saat tidak punya handuk, Fahmi tidak menangis atau pinjam temannya. Ia pakai bajunya sebagai handuk. Suatu solusi yang saya pun baru melakukannya di usia remaja saya. Tapi Fahmi melakukannya di usianya yang sangat belia. Titik point saya adalah kemampuan Fahmi mencari solusi. Baju basah mah belakangan karena itu hanya efek dari solusi yang didapat.
Teruslah tumbuh menjadi anak-anak sholih/at yang cerdas, sehat dan bahagia.
Ingatkan kami untuk selalu memberi kalian kesempatan dan banyak pilihan. Sehingga kalian tumbuh sebagai manusia-manusia kreatif yang bertanggung jawab.
Aamiin YRA
#ceritadaycamp#
#cintatakbertepi#
#saicibinong#

 

Dian Arifianti
Guru SD 5 Sekolah Alam Indonesia Cibinong