daycamp sai cibinong

Sekelumit cerita Day Camp (#Cerita 2) Kehapus Sih …

Cerita lucu yang saya alami saat Day Camp tahun ini. Terjadi saat anak-anak sedang persiapan sikat gigi malam hari
Di depan kamar mandi anak perempuan Maliqa (KB) dan Mayla (TK B) sedang berdiri berhadapan. Saya sedang memperhatikan anak-anak yang sibuk bersiap-siap untuk sikat gigi dan ingin BAK.
Maliqa membawa sikat gigi, pasta gigi dan gelas plastik. Tiba-tiba Maliqa menyodorkan pasta gigi di tangannya ke arah Mayla sambil berkata,”Tolong dong bacain. Ini nama aku bukan.”
Saya yang berdiri dekat mereka nyaris terbahak.
Kenapa?
Pertama seingat saya Mayla belum bisa baca. Di TK SAI memang tidak diajarkan membaca.
Kedua kalau semua barang itu diambil Maliqa dari tasnya, pastilah itu barang dia.
Saya terus memperhatikan mereka.
Mayla menerima pasta gigi yang disodorkan oleh Maliqa. Ia mengamati tulisan pada pasta gigi. Saya kembali nyaris tertawa melihat adegan ini. Saya hanya memperhatikan. Mayla masih memegang pasta gigi, membalik dan mengamati. Maliqa kembali bertanya,”Ini punya aku bukan?”
Mayla tidak menjawab tapi terus mengamati.
Kemudian saya berkata,”Boleh aku bantu?”
Serentak keduanya mengangguk. Mayla menyerahkan pasta gigi kepada saya.
Saya mengamati pasta tersebut sambil berkata,”Iya nih punya Maliqa. Ini ada tulisan nama Maliqa.”
Maliqa tersenyum sumringah. Mayla kemudian berkata,” Nih liat, yang ini tulisannya agak ilang, aku jadi ga bisa baca deh.” Maliqa menganggukkan kepalanya.
Saya berlalu sambil menahan tawa. Lucu betul tingkah laku 2 anak sholihah kami.
Tapi saat saya renungkan kejadian di atas, ada 2 hal yang saat saya belajar selalu ada pada diri anak-anak dan saya meyakini itu. Bahwa setiap anak adalah BAIK dan mereka selalu ingin membantu.
Saya coba lihat dari sisi Maliqa.
Maliqa sangat positif kepada kakak kelasnya Mayla. Tak ada keraguan saat minta tolong. Saat Mayla agak lama dan tidak bisa membaca Maliqa juga tidak menyalahkan atau meledek Mayla. Maliqa tetap percaya dan  berterima kasih sama Mayla.
Jika saya lihat dari sisi Mayla, bahwa setiap anak selalu ingin menolong. Saya yakin Mayla tau dia belum bisa baca dan baru hafal huruf abjad. Apakah Mayla menolak menolong Maliqa? Tidak Mayla berusaha untuk membantu dengan kemampuannya.
Nah, tugas kitalah para guru dan orang tua memberi lingkungan yang baik sehingga mereka semua tumbuh sesuai fitrahnya. Kalau saya boleh mengutip perkataan kak Seto,”Mendidik seorang anak itu dibutuhkan orang satu kampung untuk bekerja sama.”
Yuk kita lakukan tugas kita sebagai orang dewasa di sekitar anak-anak.
Doa yang selalu terlantun untuk murid-murid kami tercinta.
Semoga Allah selalu menjaga kalian semua sehingga selalu menjadi anak sholih/at.
Aamiin YRA.
#ceritadaycamp#
#cintatakbertepi#
#saicibinong#


Dian Arifianti
Guru SD 5 Sekolah Alam Indonesia Cibinong