sd 5 presentasi

Cerita Perjalanan Ujung Kulon (Cerita 2): “Sahabat Sejati”

SD 5 Pengungkit hanya punya 2 murid perempuan. Karena mereka hanya berdua, sangat kompak. Baju pun kalau bisa samaan. Bisa tuh mereka bajak hp ibu masing-masing dan janjian pakai baju apa. Luar biasa deh.

Saat kami berdiskusi pembagian kelompok UK, kami menimbang-menimbang apakah sebaiknya dipisah mereka berdua atau disatukan dalam satu kelompok. Setelah kami menimbang-nimbang, kami putuskan untuk menyatukan mereka dalam satu kelompok supaya bisa saling support.

Gadis kecil sholihah kami bertubuh mungil. Tapi keduanya tangguh luar biasa. Tak ada keluhan keluar dari mereka berdua.

Duo sholihat tangguh kami selalu saling support. Tantangan pertama buat mereka adalah membawa ransel yang cukup besar ditambah day pack yang berisi berbagai barang yang selalu dipakai tiap hari. Dan mereka tak mengeluh sedikit pun tentang beban yang harus dibawa.

Selama perjalanan tak sekali pun mereka merepotkan kami. Semua dilakukan dengan mandiri.
Ah Milea, kamu kalah jauh dengan dua gadis sholehahku yang tangguh. Kalau kamu cuma bisa menanggung rindu, kedua gadis sholehahku bisa menanggung beban yang kami bebankan sebelum dan saat ke Ujung Kulon. Kalau kamu lihat mereka, kamu pasti ingin seperti mereka. Gadis sholihat yang tangguh.

Dua gadis sholihat tangguh ini seringnya hanya bermain berdua di sekolah. Tapi saat di Ujung Kulon mereka bergabung dengan anak-anak laki main bentengan. Ramai pula mereka ikut mengatur strategi. Ikut berlari kencang dan mengatur strategi. Saat saya melihat peristiwa itu, saya hanya bisa diam, mata tak lepas menatap mereka dan merasa takjub. Seingat saya, ini pertama kali saya melihat kedua sholihat tangguh kami bergabung main satu kelas dengan semangat luar biasa.

sd 5 sai cibinong di ujung kulon

Kamu tau Milea, kedua gadis tangguh sholihatku juga cerdas. Mereka selalu mengerjakan tugas secara rapi, cermat dan baik. Apakah kamu bisa begitu Milea? Mungkin bisa di usiamu. Tapi kedua gadis sholihat tangguhku melakukannya di usia belia, usia kelas 5 SD. Pada saat itu, kamu sudah sanggup melakukan apa Milea?

Kedua gadis sholihat tangguh kami adalah sahabat sejati. Saat kami membagi pil kina untuk diminum, pilihannya ada 2 jenis, dibuat puyer atau pil seperti biasa. Awalnya kedua sholihat tangguh kami memilih pil kina dalam bentuk puyer. Kemudian salah satu berubah ingin tetap bentuk pil. Saya lupa yang mana diantara keduanya yang tetap ingin minum kina dalam bentuk pil.

Apa yang terjadi dengan acara minum pil kina? Cerita ibu Suster Kepala, kedua sholihat tangguh kami bergantian minum puyer dan pil. Haaàaahh???? Saya ga habis pikir. Kok bisa. Jadi kalau hari ini sholihat 1 minum pil kina, yang satunya minum dalam bentuk puyer. Hari berikutnya bergantian. Luar biasa…. Sholihat yang memilih pil kina dalam bentuk pil membantu sholihat yang memilih puyer supaya tidak selalu harus minum pil kina dalam bentuk puyer. Saya sampai tertegun saat ibu Suster Kepala cerita. Kenapa???? Pil kina dalam bentuk puyer pahiiit luaàaar biasa. Saya sendiri menolak minum dalam bentuk puyer. Ga tahan pahitnya.

Saya merasa hal ini luar biasa. Kalau dalam Islam namanya ITSAR, mendahulukan saudaranya. Tingkatan tertinggi dalam persaudaraan Islam.
Sholihat tangguh, kalian luar biasa. Saya pun belum tentu sanggup melakukannya. Tapi kalian???? Kalian melakukannya dengan sangat baik dan tanpa disuruh.

Ini mengingatkan saya tentang peristiwa perang Yarmuk. Saat selesai perang, ada 3 sahabat Rosulullah yang syahid karena kehausan. Saat sebelum syahid sahabat pertama ditawarkan minum oleh seorang sahabat, terdengar suara sahabat lain yang butuh minum, sahabat pertama meminta air diberikan ke sahabat kedua. Sebelum sahabat kedua minum, terdengar suara sahabat ketiga yang juga haus. Sahabat kedua meminta sahabat yang membawa air, memberikan kepada sahabat ketiga. Saat sahabat yang membawa air, sampai ke sahabat ketiga, ternyata sudah syahid. Sahabat yang membawa air kembali ke sahabat kedua yang ternyata sudah syahid. Dan ketika sampai di sahabat pertama, sahabat ini pun sudah syahid. Itulah itsar, mendahulukan saudaranya dibanding diri sendiri.

Jadi kedua sholihatku yang tangguh tetaplah terus menjadi sholihat, menjadi hamba Allah yang bertakwa, cerdas, sehat dan kuat. Sehingga kelak saat kalian menjadi seorang ibu, kalian akan melahirkan generasi sholih/at yang juga tangguh.

#sepenggalcerita#
#outinguk#
#cintatakbertepi#
#sd5pengungkit#
#saicibinong#

 

Dian Arifianti

Guru Kelas SD 5 Pengungkit

Sekolah Alam Indonesia Cibinong