sekolah

logo sai cibinong transparan

alam

sekolah alam

INDONESIA

Cibinong

school of leading generation

logo sai cibinong transparan

sekolah alam

INDONESIA

Cibinong

school of leading generation

Konsep Pendidikan

Pada awalnya Sekolah Alam INDONESIA memamg hanya merupakan suatu gagasan pendidikan. Tetapi kemudian dicoba diwujudkan menjadi sebuah model sekolah. Sekolah yang dibuat harus mempunyai dimensi alam sebagai sumber ilmu dan dapat dikelola oleh peserta didik. Sekolah alam Indonesia tidak menggunakan bangunan gedung yang mewah melainkan saung kelas dari kayu, sehingga biaya untuk gedung lebih murah. Karena pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh bangunan fisik gedungnya, melainkan pada kualitas guru, metodologi yang benar dan resource buku yang memadai sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Konsep pendidikan Sekolah Alam INDONESIA berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadist yang menerangkan bahwa tujuan manusia diciptakan, salah satunya adalah menjadi khalifah di muka bumi. Oleh karena itu sekolah alam INDONESIA memprioritaskan pada tiga pokok materi dalam konsep pendidikannya, yaitu:

Akhlakul Karimah
(sikap hidup)

Metode Utama :
Keteladanan

Latihan Kepemimpinan
(Leadership)

Metode Utama :
Dynamic group dan Outbound Training

Falsafah Ilmu Pengetahuan
(logika berfikir)​

Metode Utama :
Active Learning dan diskusi

Visi dan Misi

Center of Excellence pendidikan pemimpin yang berkarakter

Lembaga Pendidikan berbasis karakter (iman dan ihsan) yang membangun generasi pemimpin masa depan yang mandiri dan bertanggung jawab melalui pembelajaran kehidupan (real life experience) dengan melibatkan komunitas

Integrity

Memiliki pribadi yang jujur dan berkarakter

Maturing

Memiliki kedewasaan berfikir dan bertindak

Accountability

Memiliki keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan

Nature-Savvy

Memiliki kecerdasan alam

Influential

Memiliki pengaruh yang kuat

Humble

Memiliki sikap rendah hati

Sociopreneurial

Wirausahawan yang memiliki jiwa sosial

Agile

Memiliki ketangkasan bergerak

Novel

Memiliki gagasan atau karya yang asli dan baru

Sejarah Sekolah Alam Indonesia Cibinong

Sekolah Alam INDONESIA merupakan sekolah alam PERTAMA yang muncul di Indonesia. Didirikan pada tahun 1998, dengan sebuah nama SEKOLAH ALAM dan bertempat di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan. Sekolah ini dimulai hanya dengan 8 orang murid, yakni 5 orang di Playgroup dan 3 orang di SD, dengan didampingi oleh 6 orang guru, dimana 3 guru adalah guru Playgroup, 2 guru adalah guru SD dan satu orang adalah guru Iqra`/tahfidz.

Pada tahun 2001, lokasi Sekolah Alam ini berpindah menuju Jalan Anda Nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan di atas lahan sewaan seluas 7.200 m2. Dimana di tempat ini, hanya diperuntukkan untuk kelas preschool sampai dengan Sekolah Dasar (SD) kelas 4.

Seiring perkembangan konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka pada tahun 2004, Sekolah Alam menerapkan kelas inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus yang digabungkan bersamaan dengan kelas reguler. Dimana untuk siswa berkebutuhan khusus ini, mempunyai kuota maksimal sebanyak dua orang untuk tiap kelas dan didampingi oleh satu orang shadow teacher.

Pada saat yang sama pula di tahun 2004, sekolah alam ini mengubah namanya menjadi SEKOLAH ALAM INDONESIA karena melihat perkembangan sekolah alam yang mulai bermunculan di seluruh Indonesia.

Melihat pertumbuhan dan kebutuhan pendidikan berkelanjutan, maka pada tahun 2005, Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang berikutnya yang dinamakan SEKOLAH LANJUTAN (SL) yang setaraf dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) jika di sekolah umum. Bertempat di Jl. Rawa Kopi, Pangkalan Jati, Limo, Depok dengan luas lahan mencapai 8.000 m2, lokasi ini hanya diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas besar yang terdiri dari tingkat Sekolah Dasar (kelas 5 – 6) dan tingkat Sekolah Lanjutan (kelas 7 – 9). Adanya pemisahan kelas besar dan kelas kecil ini dilakukan untuk memaksimalkan program pembelajaran bagi siswa kelas besar untuk persiapan memasuki masa aqil baligh mereka. Meskipun adanya pemisahan lokasi, hal-hal terkait dengan manajemen dan konsep pendidikan tetap menginduk ke KAMPUS SEKOLAH ALAM INDONESIA.

Terhitung sejak tahun 2010, Sekolah Alam Indonesia menerapkan tagline “School of Leading Generation” untuk menandakan tujuan sekolah ini dalam penciptaan generasi Indonesia yang terbaik dalam sisi akhlak, kepemimpinan dan budaya ilmiah.

Pada Bulan Februari 2010, sebuah berita menghebohkan muncul di hampir semua stasiun televisi, portal berita, dan media cetak nasional di Jakarta (bahkan salah satunya menempatkannya sebagai headline news). Sejumlah media elektronik di daerah juga turut menyadur berita tersebut. Berita itu tak lain tentang membludaknya jumlah orangtua yang antre untuk mendapatkan formulir pendaftaran di Sekolah Alam Indonesia (SAI). Antrean menjadi tidak lazim karena terjadi semalam sebelum formulir dibagikan. Ratusan orangtua rela menginap di halaman parkir sekolah. Waktu pengambilan formulir dijadwalkan dimulai pukul 7:30, Sabtu 6 Februari 2010. Namun, yang terjadi, sejumlah calon orangtua murid sudah mulai berdatangan dan membuat antrean sejak Jumat 5, Februari 2010, pukul 15:30.

Melihat fenomena yang terjadi di Sekolah Alam Indonesia dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan pendidikan yang ada, maka pada tahun 2011, kampus ini melakukan perluasan wilayah dengan mendirikan cabang di beberapa lokasi, yakni Studio Alam (Depok), Meruyung (Depok), Cibinong (Bogor), Bukit Siguntang (Palembang), dan JAC (Bengkulu). Mengingat adanya batasan untuk sebuah konsep pendidikan Sekolah Alam Indonesia terkait jumlah murid dalam suatu lokasi, maka tuntutan perluasan ini menjadi sebuah kebutuhan untuk menjawab keinginan masyarakat Indonesia di beberapa wilayah.

Di tahun yang sama (2011), Kampus Sekolah Alam Indonesia meningkatkan kebutuhan pendidikannya dengan mendirikan SAI BLESS. Tingkat ini didirikan karena adanya pemikiran bahwa pendidikan bukanlah sebuah penjenjangan namun sebuah pemecahan masalah bagi kehidupan.

Tahun ajaran 2012/2013, berdiri Sekolah Alam Indonesia di Cibinong. Lokasinya persis di pinggir jalan Raya Cikaret No. 35. Luas lahannya sekitar 2000 m2. Saung kami terletak di balik bangunan rumah, sehingga tidak nampak dari luar. Saung yang agak tersembunyi membuat kami terhindar dari kebisingan lalu lalangnya mobil.yang melintas. Pemilihan Cibinong sebagai salah satu cabang SAI adalah pengembangan konsep SAI di wilayah Bogor. Wilayah Bogor cukup luas, namun untuk ekspansi awal dipilihlah daerah Cibinong. Pada tahun pertama dibuka, SAI Cibinong mempunyai 6 murid yang terbagi dari kelas KB sampai TK B.

Pada tahun 2015, SAI Cibinong menempati lahan baru di Jl. Raya Cikaret No. 47, Cibinong, Bogor 16914. Lokasi baru ini hanya sekitar 200 m dari lahan yang lama, namun memiliki luas lahan yang lebih luas (sekitar 7000 m2) dan berada tepat di pinggir jalan. Pada saat itu, sekolah telah berkembang dengan memiliki siswa dari KB hingga SD 3 sejumlah 30 anak.

Mitra Kami

Outing dan OTFA

Parenting